Minggu, 14 Februari 2016

14 Februari 2016

Tak banyak yang akan diketik oleh lantunan jari-jari indah ini. Ya, jari-jari ciptaan-Nya.
Hanya ingin bercerita betapa indahnya hari ini.
Dimulai dari sebuah langkah yang turun dari tempat ternyaman di dunia ini, yaitu rumah.
Berniat untuk menghadiri walimahan teman tercinta, teman seangkatan walaupun terpisah karena BKK. Sebut saja veronika namanya. Selamat yaa sayang atas walimahannya, semoga jadi keluarga SAMAWA.
Sungguh perjalanan yang luar biasa untuk hari ini. Tapi hanya satu hal penting yang akan ku share dalam blog ini. Ketika itu, hujan menghampiri perjalanan kami menuju tempat resepsi. Apa daya, hujan yang turun dengan derasnya, menghentikan langkah kami sejenak untuk berteduh.
Ketika itu, ada seseorang yang ku hampiri. Bermaksud untuk bercerita tentang kehidupan setelah selesai kuliah. Dan saat itu, ku dengar sebuah kalimat yang menarik dan terkesan untuk hari ini.
Apa itu ?
Ya beginilah kalimat yang kutangkap pada saat itu.
"Terkadang kita harus memperhatikan kebutuhan batin dan hati kita, jangan mendominankan karier dan karier. Itu kurang baik"
Waw !! Kalimat yang spektakuler sepertinya untuk dibahas.
Memang benar adanya, bagi umur wanita yang lagi matang-matangnya menikah. Seharusnya telah mendapatkan pendamping hidup untuk membangun indahnya bahtera rumah tangga.
Tapi itu sangat tidak berlaku bagiku. Memang benar teori itu, tapi maaf aku lebih percaya akan takdir yang Allah siapkan untukku.
Allah telah mengatur semuanya, yang terpenting saat ini jalani, nikmati dan syukuri.
Allah tidak tidur kok. Bahkan Allah juga menjanjikan, wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan sebaliknya.
Jadi jangan pernah khawatir akan jodoh, maut, bahkan rezeki yang sudah ditakdirkan olehnya sebelum kita hidup didunia ini.
Jodoh itu cerminan diri ! Jika kau berharap jodohmu adalah sosok pekerja keras. Maka tak perlu lah sepertinya kau menuntut untuk memaksakannya, tapi cobalah awali dari dirimu sendiri.
Kamu ingin kaya, tapi kamu malas dan tak mau bekerja ?? Apakah pantas ?
Begitu juga dengan jodohmu. Jangan risau, dan jangan risih atas ketetapan-Nya !!!
Lalu kenapa untuk saat ini, aku hanya fokus fokus dan fokus dengan karier ku ? Ya karena aku punya jembatan nan indah untuk menuju Syurga-Nya. Apa itu ? Itulah orangtuaku !!!
Bagaimanapun caranya, aku akan terus terus terus dan terus berusaha mengukir senyum dibalik raut wajah mereka. Satu kalimat terakhir untuk mengakhiri malam ini.
Lantas, pantaskah aku membahagiakan orangtuaku menggunakan uang suamiku kelak ?? TIDAK !!! Itu orangtuaku !! Tanggunganku. Cukuplah engkau menanggung diriku saja, wahai imamku.